{"id":1075,"date":"2026-04-20T12:26:56","date_gmt":"2026-04-20T12:26:56","guid":{"rendered":"https:\/\/smaasy.sch.id\/?p=1075"},"modified":"2026-04-20T12:29:12","modified_gmt":"2026-04-20T12:29:12","slug":"kartini-modern-memutus-stigma-kolot-dan-pelecehan-seksual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/2026\/04\/20\/kartini-modern-memutus-stigma-kolot-dan-pelecehan-seksual\/","title":{"rendered":"Kartini Modern : Memutus Stigma Kolot dan Pelecehan Seksual"},"content":{"rendered":"\n<p>Ditulis oleh : Salsa Pitriyani ( Duta Literasi Smaasy Periode 2025\/2026 )<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bulan April, tepatnya tanggal 21 April, kita akan teringat pada sosok perempuan tangguh sekaligus berani. Raden Ajeng Kartini, perempuan yang raga dan ruang geraknya pernah terbelenggu oleh adat pingitan. Namun, jiwanya tetap berkelana menembus batas-batas kemustahilan dengan pena dan kertas yang diisi dengan gagasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Raga yang terkurung bukanlah alasan R.A Kartini dalam menyuarakan gagasan yang pada saat itu dianggap tidak wajar. Seorang perempuan menggugat ketidakadilan. Namun pada tahun 2026 ini, kita di paksa untuk berkontemplasi : apakah batas-batas itu sudah sepenuhnya sirna? Pada kenyataannya, &#8220;gelap&#8221; yang diperangi Kartini telah berevolusi menjadi bentuk yang lebih nyata dan memprihatinkan, seperti maraknya kasus pelecehan juga stigma kolot yang dengan ringannya seringkali menghujat korban alih-alih memberi perlindungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Gugatan R.A Kartini di masa lalu, ternyata bergema kembali dalam perwujudan yang berbeda. Jika dulu &#8220;gelap&#8221; berupa tembok pingitan dan susahnya akses pendidikan. Kini, kegelapan itu bersembunyi di dalam gawai yang sehari-hari tergenggam, atau ruang publik yang seharusnya aman. Pelecehan seksual yang kian marak, baik secara fisik maupun verbal berjalan di ranah digital. Ini adalah bukti bahwa kemerdekaan raga belum sepenuhnya tercapai, dan menjamin keamanan jiwa perempuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan ironisnya, ditengah kemajuan teknologi dan wacana kesetaraan. Kita justru menemukan\/merasakan pingitan bentuk baru. Kini banyak perempuan yang merasa takut dan tidak aman jika berada di ruang publik dan digital yang toxic. Keberadaan korban selalu disudutkan atau disalahkan, dan menjadi tembok penghalang suara mereka. Stigma kolot ini, benar-benar merampas hak korban untuk mencari keadilan. Menekan mereka untuk terus-menerus tinggal dalam kegelapan, karena penghakiman sosial lebih menakutkan dibandingkan dengan luka fisik yang didapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenyataan pahit ini menunjukkan bahwa emansipasi tidak boleh terhenti pada seremonial busana pada 21 April. Kita seringkali terbuai oleh perempuan yang berprestasi pada kursi kekuasaan, namun kita menutup fakta pada akar yang menjalar : bahwa seorang pelajar masih gemetar ketika pulang sendirian, atau seorang pekerja yang terpaksa menelan pelecehan demi kelangsungan hidupnya. Perjuangan Kartini modern saat ini bukan lagi perihal hak kebebasan dalam pendidikan. Melainkan hak untuk merasa aman, tanpa harus dihantui rasa was-was pada setiap ruang yang mereka pijak.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana yang telah Kartini tulis dalam suratnya, yang ditujukan pada Nyonya Abendanon :<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kutipan tersebut mengingatkan kita bahwa &#8220;terang&#8221; yang dicita-citakan Kartini tidak akan terbit dengan sendirinya seiring pergantian tanggal. Kendati harus dijemput dengan penegakan hukum yang tegas, pendukung yang memanusiakan korban, juga keberanian untuk meruntuhkan tembok stigma yang masih bersarang pada kepala banyak orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita masih membiarkan stigma kolot menyebar, maka kita sejatinya sedang mengkhianati cita-cita Kartini. Kartini modern harus berani memilih, apakah akan menjadi bagian dari cahaya yang membebaskan, atau tetap diam bersembunyi pada kegelapan yang akan terus menahan hak-hak perempuan. Tugas kita saat ini adalah memastikan bahwa &#8220;Habis Gelap Terbitlah Terang&#8221; bukan sekadar slogan kaku dan usang, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan oleh perempuan-perempuan di negeri ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh : Salsa Pitriyani ( Duta Literasi Smaasy Periode 2025\/2026 ) Pada bulan April, tepatnya tanggal 21 April, kita akan teringat pada sosok perempuan tangguh sekaligus berani. Raden Ajeng Kartini, perempuan yang raga dan ruang geraknya pernah terbelenggu oleh adat pingitan. Namun, jiwanya tetap berkelana menembus batas-batas kemustahilan dengan pena dan kertas yang diisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1074,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075"}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1075"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1076,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1075\/revisions\/1076"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaasy.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}