CARE (Community Action for Responsible Ecotourism)

Ditulis oleh : Khairunnisa Agni (Kelas 10-4)

Pada tanggal 24 Januari 2026, sebuah komunitas bernama Wanoja.idn mengadakan kegiatan CARE (Community Action for Responsible Ecotourism). CARE merupakan rangkaian kegiatan pengembangan ekowisata berbasis komunitas yang berfokus pada Pemberdayaan Perempuan dan mengintegrasikan keberlanjutan hijau ke dalam kehidupan masyarakat. Dengan mengundang sekitar 20 turis internasional yang berasal dari berbagai negara, yaitu Rusia, Mesir, Gambia, Uganda, Sierra Leone, Malawi, Tanzania, Pakistan, Nigeria Afghanistan, Bangladesh, Zimbabwe.

Program “Community Action for Responsible Ecotourism (CARE)” merupakan kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan oleh WANOJA bersama berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat lokal. Program ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan terpadu, seperti pelatihan peningkatan kapasitas, lokakarya, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi kepada masyarakat, serta acara utama sebagai tahap implementasi.
Kegiatan dilakukan secara hybrid dan berbasis lapangan, mengkombinasikan pelatihan di kelas, diskusi partisipatif, dan praktik langsung di lokasi wisata. Acara puncak akan diselenggarakan di kawasan wisata Ciwidey, tepatnya di Situ Awi dan Puncak Kubang, dengan agenda praktek pemanduan wisata, pameran daur ulang, serta pertunjukan budaya dan hiburan. Pendekatan program ini menekankan partisipasi masyarakat, pembelajaran berbasis pengalaman, dan penerapan nyata guna mewujudkan dampak yang berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan penyambutan para turis asing, BEM Universitas Pasundan, dan SCG di kantor Desa Sukawening. Setelah semua tamu duduk di kursi masing masing, mereka menyaksikan pertunjukkan tari Jaipong yang mempresentasikan kebudayaan lokal. Lalu dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter Wanoja yang menampilkan keindahan desa Sukawening.

Sesi pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, antara lain Kepala Desa, Presiden BEM UNPAS, perwakilan SCG, serta Founder Wanoja. Pada sambutan ditekankan pentingnya akademisi, pemerintah, dan sektor wisata dalam mewujudkan ekowisata yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini juga melibatkan siswa siswi dari SMA Asy-Syuja’iyyah Ciwidey, yang berperan sebagai tour leader bagi para turis internasional yang diundang. Mereka dilatih berbahasa inggris melalui program EPIC (English Play In Ciwidey) yang berlangsung selama beberapa minggu, sehingga mereka siap untuk menjadi Wonders.

Acara selanjutnya adalah sambutan dari salah satu Wonders yang menceritakan tentang pentingnya pendidikan bagi anak perempuan untuk menentukan masa depannya. Indonesia memiliki banyak generasi muda yang penuh potensi, namun di daerah pedesaan, terutama bagi anak perempuan, mimpi sering terhenti karena pernikahan dini dan anggapan bahwa pendidikan bukan untuk mereka.
Wonders juga berbagi kisah hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia memiliki ketertarikan besar pada bahasa Inggris sejak kecil, meskipun harus belajar secara mandiri karena keterbatasan guru. Ia sempat hampir tidak bisa melanjutkan sekolah, namun dukungan dan keberanian ibunya membuatnya tetap berjuang mengejar pendidikan.
Perubahan besar terjadi ketika ia bergabung dalam program Wanoja melalui EPIC English Play in CIWIDEY. Dari program ini, ia menyadari bahwa bahasa Inggris bukan hanya pelajaran, tetapi alat untuk berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, dan membuka peluang masa depan. Program ini juga membantu anak-anak di desanya mempersiapkan diri menghadapi perkembangan pariwisata dan peluang kerja baru.
Melalui EPIC, sekitar lima puluh siswa siswi dari SMA Asy-Syuja’iyyah Ciwidey mendapatkan kepercayaan diri dan harapan baru. Pembicara menyampaikan terima kasih kepada SCG melalui program Sharing the Dream atas dukungan yang diberikan. Harapannya, semakin banyak anak perempuan memilih pendidikan, masyarakat mendukung perempuan muda, dan program pemberdayaan seperti ini terus berkembang, karena ketika anak perempuan diberdayakan, masa depan menjadi lebih cerah bagi semua.

Dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada para wonders dari SMA Asy-syujaiyyah Ciwidey sebagai tour leader atau pemandu wisata, dan juga ada pemberian  motivasi dari Mr. Baraka Ntibashigwa Budogo, dan Mrs. Haddy Joof, tentang pentingnya bahasa
Inggris dalam kehidupan masa kini, dimana bahasa inggris bukankah sekedar subjek, namun sebagai alat untuk berkomunikasi.

Sebelum memasuki rangkaian acara utama yaitu kegiatan lapangan, peserta mendapatkan pengarahan singkat mengenai persiapan tour di Situ Awi dan Puncak Kubang.

Rangkaian kegiatan lapangan diawali dengan Mini Hiking to Puncak Kubang. Kegiatan ini dirancang sebagai wisata edukatif berupa pendakian ringan di kawasan Puncak Kubang, Sukawening, Ciwidey. Peserta diajak menikmati keindahan alam dengan panorama khas pegunungan yang menampilkan suasana “above the clouds”.

Mini hiking ini dipadukan dengan permainan tradisional Sunda yang memperkenalkan kearifan lokal kepada peserta. Seluruh kegiatan dipandu oleh tour guide (Wonders) dan dilengkapi dengan sesi foto bersama, sehingga memberikan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.

Setelah kegiatan mini hiking, peserta melanjutkan rangkaian acara dengan Tour Situ Awi. Dalam sesi ini, peserta diajak berkeliling kawasan Situ Awi untuk mengenal lebih dekat potensi wisata alam serta berbagai aktivitas pariwisata yang tersedia.

Tour ini dipandu langsung oleh Tour Guide (Wonders) yang memberikan penjelasan mengenai daya tarik alam, nilai ekologis kawasan, serta upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat setempat dalam mendukung konsep ekowisata berkelanjutan.

Kegiatan selanjutnya adalah Showcasing Handicraft Souvenir. Pada sesi ini ditampilkan proses daur ulang sampah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna dan nilai estetika. Kegiatan ini dipandu oleh PKK Ciwidey di Rumah DILAN (Education & Skills Center) yang berada di area Situ Awi.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya melihat hasil kerajinan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, kreativitas masyarakat, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui konsep ekowisata berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan Closing Plenary Session yang diawali oleh closing remarks dari Founder Wanoja. Selanjutnya dilakukan pemberian souvenir kepada peserta dan tamu undangan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan CARE.

Acara kemudian ditutup dengan hiburan dan makan bersama, menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan antara seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan dokumentasi menjadi rangkaian terakhir untuk mengabadikan momen serta semangat kolaborasi selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan Community Action for Responsible Ecotourism (CARE), diharapkan tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya pengelolaan pariwisata yang bertanggung jawab, berbasis masyarakat, serta berwawasan lingkungan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat lokal di kawasan Situ Awi dan Puncak Kubang.

Kesan saya ikut dalam program dari Wanoja ini membuat saya sebagai wanita muda semakin semangat dalam mengejar pendidikan. Dalam program ini juga, kita diajarkan untuk lebih percaya diri, dan melatih bahasa inggris dengan kegiatan praktek langsung sebagai Tour Guide. Walaupun awalnya, saya sedikit nervous untuk bertemu dengan internasional students dan mengobrol dengan mereka, namun ternyata mereka sangat ramah dan  dapat berkomunikasi dengan baik.

3 Replies to “CARE (Community Action for Responsible Ecotourism)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *