Kegiatan CARE oleh Wanoja Bersama SMA Asy-Syuja’iyyah Ciwidey di Desa Sukawening

Ditulis oleh : Elva Ismayanti (Kelas 11-1)

Siswa-siswi SMA Asy-syuja’iyyah Ciwidey dari kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan CARE (Community Action for Responsible Ecotourism), sebuah program pemberdayaan yang diselenggarakan oleh Wanoja. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sukawening (Sukawening Village) sebagai puncak dari rangkaian pembelajaran yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Selama dua bulan tersebut, siswa-siswi mengikuti les dan pendampingan Bahasa Inggris bersama para mentor Wanoja. Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa, tetapi juga melatih kepercayaan diri dan komunikasi lintas budaya. Sebagai penerapan langsung, siswa-siswi mendapatkan pembelajaran praktik menjadi tour guide dengan mendampingi wisatawan mancanegara.

Program CARE dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap fenomena pernikahan dini pada perempuan, yang masih terjadi di Desa Sukawening. Melalui program ini, Wanoja mendorong perempuan untuk memiliki kesempatan lebih luas dalam mengambil keputusan hidup, khususnya dalam pendidikan dan masa depan. Visi ini dibimbing oleh mentor utama, Lulita Sauman.

Sebagai persiapan, panitia dan peserta mengikuti gladi/technical meeting pada Jumat pukul 15.00 WIB di Balai Desa Sukawening. Pada Hari H (Sabtu), seluruh peserta standby sejak pukul 07.00 WIB di aula desa. Sekitar pukul 08.30 WIB, 20 wisatawan dari 20 negara berbeda tiba di lokasi. Para wisatawan tersebut merupakan mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Arief, siswa SMA Asy-syuja’iyyah Ciwidey. Selanjutnya dilakukan pengalungan sebagai simbol penyambutan, serta tari Jaipong sebagai pembuka acara.
Acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari Kepala Desa Sukawening, Bapak Hamdan Sukmana, perwakilan Ibu PKK, SCG, pihak Wanoja, serta Wonders yang diwakili oleh Ridna dan Hilda. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan wisatawan mancanegara, yaitu Mr. Baraka Ntibashigwa Budogo (Tanzania) dan Zainab Tabu Bah (Sierra Leone), yang memberikan motivasi kepada siswa-siswi. Pada sesi ini dilakukan pula penyerahan simbolis dari penyelenggara kepada Wonders dan dari SCG kepada Kepala Desa.

Setelah rangkaian sambutan, seluruh peserta dan wisatawan melanjutkan kegiatan menuju Puncak Kubang menggunakan mobil bak. Meskipun cuaca hujan dan berangin, kegiatan tetap berlangsung dengan games dan nyanyi bersama untuk menghangatkan suasana. Rombongan kemudian mengunjungi Rumah Dilan, tempat kerajinan yang merupakan bagian dari program Ibu PKK dalam pengelolaan dan daur ulang sampah.
Kegiatan dilanjutkan ke Saung Situ Awi untuk makan bersama dan interaksi santai antara siswa-siswi dan wisatawan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan potensi wisata desa lainnya, seperti Ongrets. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebelum seluruh peserta kembali ke desa.

Melalui kegiatan CARE ini, siswa-siswi SMA Asy-syuja’iyyah Ciwidey memperoleh pengalaman nyata dalam pembelajaran Bahasa Inggris, praktik menjadi tour guide, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman mengenai pemberdayaan perempuan dan pencegahan pernikahan dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *